Sejumlah Tokoh Dunia Mengutuk Aksi Keji Teror Bom Yang Terjadi Di Surabaya

Promodomino.com Situs Bandar Domino online Agen Domino Online Agen domino99 dan BandarQ terpercaya terbesar di Indonesia

Aksi teror bom di Surabaya mendapat kecaman dunia. Sejumlah tokoh dunia menyampaikan kutukan atas aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB), Presiden Republik Lithuania, dan beberapa tokoh lain menyampaikan kecamannya terhadap aksi teror bom di Surabaya.

Lewat akun Twitternya, Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (MU PBB) Miroslav Lajcak mengutuk teror bom di 3 gereja di Surabaya, Indonesia.

“Baru saja tiba di Bangkok dan merasa ngeri mendengar serangan bom terhadap gereja-gereja di Indonesia. Saya mengutuk aksi keji dan berbesar hati bahwa rakyat Indonesia dari berbagai agama berdiri bersama di saa-saat seperti ini,” tulis Miroslav Lajcak.

Presiden Republik Lithuania, Dalia GrybauskaitÄ— juga mengungkan belasungkawanya atas ledakan bom di Surabaya.

“Mengutuk keras serangan bom berdarah di Surabaya! Duka cita yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh rakyat Indonesia,” tulisnya di Twitter.

Juru bicara Kementrian Luara Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert juga menegaskan bahwa AS mengutuk aksi teror bom di Suarabaya.

Menurutnya, aksi teror tersbeut merupakan penghinaan terhadap toleransi dan keberagaman di Indonesia.

“AS mengutuk keras serangan terhadap tiga gereja di Surabaya. Serangan terhadap tempat ibadah yang damai ini merupakan penghinaan terhadap toleransi dan keberagaman di Indonesia. Kami berdiri bersama Indonesia dan menyempaikan belasungkawa yang mendalam,” tulisnya di Twitter.

Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor Leste, Peter MacArthur juga mengungkapkan kesedihannya atas ledakan bom di Surabaya.

MacArthur juga menegaskan bahwa Kanada akan berdiri bersama Indonesia memerangi terorisme.

Menurutnya, terorisme adalah musuh semua agama.

Aksi Teror Bom di Surabaya

Ledakan bom terjadi di 3 gereja di Suarabaya pada, Minggu (12/5/2018) pagi.

Bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro.

Usai serangan bom di tiga gereja tersebut, kembali terjadi ledakan bom di Polrestabes Surabaya.

Ledakan tersebut terjadi pada pada Senin (13/5/2018) pagi pukul 08.50 WIB.

“Iya benar, pukul 08.50 WIB, ada ledakan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (14/5).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *